jump to navigation

Bussiness Zone

DOKTER BISNIS

oleh : Pandu Putra Harsarapama

Assalamu’alaikum Team Medical Apprentice

Pada kesempatan ini, Saya ingin membahas masalah Dokter yang berbisnis
Sebenarnya, mungkin ga sih?? Terus apa bakal mengganggu pasien kita nantinya??
Bisnis merupakan suatu aktifitas dimana kita dapat berperan secara aktif maupun pasif..Dua-duanya dapat memberikan hasil yang optimal, tergantung kita lebih memiliki ilmu yang mana (aktif atau pasif)..

Dalam kehidupan di Dunia ini, setiap orang membutuhkan materi untuk hidup layak..Materi itu harus tersebar merata pada setiap orang yang hidup di Dunia..Akan tetapi, dalam prakteknya, penyebaran itu tidak bisa merata akibat perputarannya itu tersendat di salah satu pihak. Sebagai contoh, sebut saja, dana yang seharusnya untuk membeli RASKIN, diselewengkan oleh lurah untuk kepentingan pribadi. Ini baru contoh yang kecil teman-teman..Jadi hasil akhirnya hanyalah ada orang mampu dan orang tidak mampu..Orang-orang tidak mampu ini sangat mengharapkan bantuan dari Kita sebagai orang yang mampu..Dan kelebihan yang kita miliki juga hanyalah titipan dari Allah untuk orang yang kekurangan..

Lalu, ketika Anda menjadi Dokter, relakah Anda memungut uang praktek dari mereka yang susah payah mengumpulkan uang berhari-hari hanya untuk membayar Anda dalam 10 menit praktek??Ini benar-benar menuntut jawaban hati Anda..Apakah ini peran yang Anda berikan setelah Anda diberi amanah sebagi orang yang mampu oleh Allah??..Jawablah dengan hati..

Memang sulit,,di saat tuntutan biaya kuliah yang begitu tinggi (terutama program spesialisasi), tetapi keluarga kita sendiri pun patut hidup layak dan berkecukupan sebagai keluarga Dokter..Memang wajar Dokter memungut bayaran yang tinggi pada pasien mengingat beban-beban yang harus kita tanggung sejak awal kita kuliah sampai menjadi Dokter Spesialis yang benar-benar siap praktek..

Tapi kita bukan hidup di Negara Singapura yang memiliki GDP tertinggi se-Asia..tetapi kita hidup di Negara INDONESIA..Di sini, orang-orang tidak mampu makin banyak akibat makin makmurnya orang-orang mampu..Jadi, menurut Saya pribadi, sangat tidak wajar apabila kita praktek dengan membebankan biaya tinggi ke pasien-pasien tidak mampu..Jadi bagaimana caranya agar kita tetap bisa hidup layak tanpa membebani orang-orang tidak mampu??

Jawabanya adalah BISNIS dan subsidi silang…

Bisnis merupakan kegiatan terstruktur yang dapat dilakukan oleh siapa pun..Kunci utama dalam bisnis adalah pintar mencari dan menemukan suatu peluang serta berinovasi tanpa henti dalam bisnis yang telah kita jalankan..Bayangkan, Anda berhasil menemukan suatu peluang berbisnis SPBU di 5 tempat yang sangat strategis dan 1 SPBU itu masing-masing menghasilkan keuntungan bersih sebesar Rp. 100.000.000.- per bulan kepada Anda. Jadi total keuntungan yang Anda terima adalah Rp. 500.000.000.- per bulan.

Saya bertanya, apa yang Anda lakukan saat itu??
a. Anda tidak praktek
b. Anda praktek dengan tarif mahal
c. Anda praktek dengan tarif murah
d. Anda praktek tidak dibayar

Apa jawaban anda??

kalau anda menjawab A atau B, maka anda mungkin perlu k Bag. Kedokteran Jiwa RSHS untuk observasi lebih lanjut tentang kewarasan..tentu saja apabila itu telah anda dapatkan,,maka anda tidak perlu lagi dibayar dalam praktek.justru seharusnya Anda yang membelikan mereka obat-obat paten yang harganya tidak terjangkau melalui hasilkeuntungan 5 SPBU anda..sungguh suatu kenikmatan duniawi yang luar biasa ketika anda memberi pengobatan gratis, bahkan dengan pemberian obat paten juga bila diperlukan dengan keadaan kesejahteraan keluarga yang sudah sangat baik..intinya Dokter itu dibentuk melalui pengalaman klinis serta kepekaan sosial yang tinggi..Dan sekali lagi,jangan ragu untuk berbisnis..ketika Anda melihat suatu peluang,cobalah untuk menelusuri dan menjalaninya dengan inovasi..itulah seorang bussinessman sejati..

Comments»

1. iamelia - April 8, 2008

wew pandu, udah spesialis ya? heuheuheu..
nice post, seriously :)
coba lay outnya diubah biar bacanya lebih enak oke temangs2..
semangat teruusss!!

xx indah

2. indra228 - April 11, 2008

Ndu, bodor ey..
kata-kata “kewarasan” bikin perut gw sakit dan tertawa terpingkal2.
Hahaha

3. tedi - November 1, 2008

salam . . .
bagus artikelnya . . . cuma bwt bikin 5 SPBU nya darimana ya :) yaaa dari praktek dengan tarif yg mahal dunk =)) itu mah sama aja boong :D
-jangan mendelik mas- aq ngerti ko maksudnya, intinya kan profesi dokter itu klo bisa menjadi dan hanya menjadi fungsi sosial meskipun ga salah juga kan klo jadi profesi jasa dengan tarif yang yaaa kejangkau de. Atau malah subsidi silang, pasein mampu dan tidak mampu :) jadi tidak dengan tarif flat gt lho. Aq yakin kok selama masih “waras” semua manusia pasti memiliki hati nurani, memiliki fitrah, memiliki keberpihakan pada kaum yg papa. Jadi …. selamat bertugas smoga rekan2 semua jadi dokter yg memiliki kepekaan rasa, ketajaman rasio, dan kekuatan Iman . . . :) aamiin